Minggu, 06 Mei 2012

Friends

Berawal dri pemikiran yang kacau-galau ditambah lagi bingung harus melakukan apa, aku memasuki Kampus q ini dengan berbagai alasan yang tak ada ujungnya ...
Sebuah pengharapan untuk bsa d'terima pd Universitas Kedokteran d'Surabaya yang berujung pda kekecewaan, karena ulah sendri yang berdo'a untuk tidak lulus tes beasiswa,,, membuat pikiranku semakin ruwet meskipun akhirnya aku mencoba belajar ntuk menerima apa yang ada dan berharap ini adalah pilihan yang tepat untuk masa depanku, baik untuk keluargaku dan untuk Tanah Airku.
ku langkahkan kaki q menuju asrama IAIN Antasari Banjarmasin, karena aku termasukdari beberapa mahasiswa yang wajib tinggal d'asrama itu selama 1 thun,,,
ini adalah sebuah awal pencarian jati diri, dimana aku d'perbolehkan berkelana jauh dri orang tua,
karena biasa.a aku selalu d'titipkan di Pesantren yang membuat tiap detik waktuku itu sangat berharga, belajar untuk menghargai waktu, bersikap disiplin agar tidak mendapatkan hukuman, menghapal beberapa bahan pelajaran yang harus d'setorkan setiap harinya ato setiap minggunya, dan kali inipun sekali lagi aku masuk asrama yang memiliki berbagai macam peraturan yang apabila d'langgar akan mendapatkan sanksi.
Aku Enjoy dengan semua ini, karena aku sudah terbiasa d'kekang dg berbagai macam peraturan, ini membuatku cuek-cuek saja terhadap hari-hari yang ku jalani, dididik d'pesantren membuat perasaanku menjadi lebih kuat sehingga berbagai macam hukuman yang harus aku jalani ku terima saja, tanpa banyak ngoceh itu ini, apalagi membuatku menangis,,, oh no,,, it'll never can be.

D'sni adalah awal dmna aku menemukan teman-teman dengan berbagai macam karakter, teman yang selalu menemaniku dsaat aku sedih, senang, yang selalu mengerti aku dan gimana aku, yang memberiku semangat ketika aku down, dan memberi tahuku bagaimana kehidupan di Kota ini, aku yang kampungan yang tidak thu betapa sulitnya hidup dikota yang penuh dengan berbagai macam alur kehidupan dan penuh dengan godaan, aku tak tahu bagaimana jadinya aku tanpa kalian yang selalu menasehati dan memberitahuku ini dan itu, karena aku saat itu bagaikan seorang tahanan yang baru keluar dari penjara (ibarat kertas putih yang hanya ditulisi dengan pensil yang apabila ada kesalahan didalam menulisnya masih bisa dihapus), tanpa kalian mungkin aku akan lebih baik dari ini ataupun bisa juga lebih buruk dari ini, karena kita itu tergantung teman yang bersama kita, paling sedikit dapat tertular ( ibarat teman kita tukang jual parfum, kita akan tertular bau harumnya).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar