Ketika kita menyukai seseorang, sudah kodratnya kalau kita ingin memilikinya...
itulah yang terjadi padaku, ketika untuk kesekian kalinya aku menyukai seseorang & sudah hampir teramat menyayanginya.
Aku seperti orang terbodoh didunia ini, tidak ingin mendengarkan gosip negatif tentang dirinya dan tidak mau ambil pusing terhadap apa yang orang katakan, yang aku tahu "aku sayang sama kamu"...
Itu benar adanya seperti yang disebutkan para pujangga kalau "CINTA itu BUTA".
Hal itupun juga menimpa padaku, ketika aku menyukai seorang cowok, tapi apalah daya tangan tak sampai untuk meraih bintang atau punguk merindukan bulan bisa disebut seperti itu...
Ketika ku tahu "Aku menyayangimu, kamu menyayanginya", hampir bisa dibilang seperti itu... Betapa sakitnya hati ini karena dia yang kamu sayangi itu adalah sahabatku sendiri, ku sadari rasa itu tak dapat di salahkan, karena itu lumrah dan wajar karena Allah memberikan rasa kasih sayang kepada hamba-Nya seperti sifat sempurna yang Ia meliki yaitu Ar-Rahman & Ar-Rahim. Hingga akhirnya kucoba untuk merelakan dirimu untuknya (sahabatku), karena bagiku lebih baik mempertahankan persahabatan yang sudah lama terbina dari pada rasaku terhadapmu yang mungkin hanya beberapa bulan itu. Dari pada mempertahankan kamu, kamu yang belum tentu jodohku, kamu yang belum tentu yang terbaik untuk masa depanku dan belum tentu memberikan kebahagiaan untukku kelak...
Sulit memang bagiku untuk menerima semua ini, tapi itulah yang terjadi. Aku dikecewakan mereka, mereka yang aku sayang.
Mereka berdua hanya berhubungan dibelakangku, inilah yang kusesalkan, kenapa mereka tidak memberitahuku dari awal. Supaya aku tidak terjatuh terlalu sakit seperti ini, meski mereka bilang takut menyakiti hatiku, tapi kalau seperti ini aku jauh lebih sakit, seperti hatiku dipotong-potong dengan silet kemudian dibelah menjadi dua keping kemudian yang keduanya diberi racun, yang satu racun akibat cinta dan racun yang satu akibat sahabat. Hahaaa,,, ( terlalu lebay kalieeeee... )
Hal ini membuatku trauma dan menyesali diriku sendiri yang memiliki sifat yang terlalu percaya terhadap orang, sehingga dibodohi mereka pun aku tak tahu. Tapi beruntung, aku memiliki sahabat ku yang lain yang menguatkanku yang membelaku, meskipun tak tahu siapa yang salah dalam hal ini, mungkin hanya aku ada aku yang salah dalam hal ini.
Semua ini banyak memberikan pelajaran yang sangat berharga untukku, kalau perasaan itu tak dapat dipaksakan karena ia hadir kepada setiap insan dan aku percaya akan mendapatkan jodoh terbaik untukku kelak, jodoh yang membawaku dan membimbingku kejalan-Mu Ya Rabb... ^_^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar